PT
Pergi Tanpa Pamit
Puisi — tema: ditinggal pergi
Kau datang bagai cahaya pagi,
hangat, lembut, penuh janji.
Namun kini hanya bayangan sepi,
yang tersisa dalam hati ini.
Langkahmu menjauh tanpa suara, meninggalkan luka yang tak terlihat mata. Aku bertanya pada malam yang bisu, kenapa harus aku yang kau tinggalkan begitu?
Air mata jatuh bersama rindu, mengalir deras tanpa tahu arah tujuan. Kau adalah kehilangan yang tak kusangka, kau adalah pergi yang tak kembali.
Andai waktu bisa kutarik kembali, ingin kugenggam erat setiap detik bersamamu. Tapi yang tinggal hanya hampa, dan aku, yang belajar berdamai dengan luka.
Langkahmu menjauh tanpa suara, meninggalkan luka yang tak terlihat mata. Aku bertanya pada malam yang bisu, kenapa harus aku yang kau tinggalkan begitu?
Air mata jatuh bersama rindu, mengalir deras tanpa tahu arah tujuan. Kau adalah kehilangan yang tak kusangka, kau adalah pergi yang tak kembali.
Andai waktu bisa kutarik kembali, ingin kugenggam erat setiap detik bersamamu. Tapi yang tinggal hanya hampa, dan aku, yang belajar berdamai dengan luka.
— untuk yang pergi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar